Archive for January, 2011


Terdapatlah sepasang suami istriyang punya hobi yang pelik, yaitu selalu menjadikan semua hal sebagai
persaingan, namun yang menghairankan sampaisekarang semua persaingan
tersebut selaludimenangi oleh istrinya.

suatu hari sang suami pergi berjumpa doktor. Dia pun menjelaskan segalanya tentang kekalahannya dan tidak lupameminta pendapat., “rasa-rasa doctor pertandingan apa yang saya mampu menang??”.

Sang doktor sempat beberapa minit berpikir, tidak lama kemudian dia
mendapat idea bernas, “ahh, saya punya idea yang bagus, bagaimana kalau anda mengajak istri anda bertanding siapa yangmampu paling tinggi kencing di tembok?? sebabnya secara logik wanita kalaukencing pasti mencangkung kan, sementara kita lelaki berdiri, sudah pasti anda yang menang” katanya berseri-seri.

“Ah, hebat, benar-benar idea yang hehe. hahahaha, sekaranglah waktunya aku mengalahkan istriku itu” katanya dengan senyum penuh kemenangan.

Sesampainya dirumah, sang suami segera mengutarakan niatnya tadi, mengajak istrinya berlumba “siapa kencing paling tinggi”. dengan yakin istrinya terus menerima cabaran
tersebut.tidak lama kemudian pertandingan aneh & mungkin dapat dikatakan tidak penting tersebut dimulai.

Sang istri mendapat kesempatan pertama untuk melakukannya, tidak segan-segan dialangsung saja menghadap tembok, membuka baju perempuannya dan bertinggung, lalu”seeerr, seeeer, seerrr”. setelah dihitung secara teliti kencing sangistri mencatatkan 10 centimeter tinggi tembok diatas tanah.

Sang suami pun berseri-seri merasa kemenangan akan diraihnya. lalu tibalah gilirannya, tanpa ragu-ragu langsung ia berdiri didepan tembok yang sama, kemudian membuka zip seluarnya & bersiap untuk menghamburkan “kencing kemenangannya”,namun
sebelum sempat dia mengeluarkannya sang istri berteriak dengan cepat dan lantang, “eiiiiitsss, tak bolehpegang pakai tangan, aku tadi pun tak pakai tangan”.

automatik kencing sang suami pun malah tidak semilimeterpun mengenai tembok didepannya. wew, kalah lagi ya??..

Pada suatu hari, seorang budak kecilsedang mandi bersama ibunya. Kemudian dia bertanya kepada ibunya, “Bu, apayang ada di dada Ibu itu?”

Bingung menjawab, sang ibu menjawab,”Tanya saja sama Bapakmu besok waktusarapan.”

Keesokan harinya ketika sedang sarapan dengan Bapaknya, si budak bertanya,”ak! Tau tak benda apa yang ada di dada Ibu?”

Si Bapak walaupun bingung tapi dapat cepat menjawab “Ooh… itu belon,sayang, nanti kalo Ibu meninggal, kita boleh meniupnya supaya Ibumu dapatterbang ke surga.”

Si anak kecil mengangguk-angguk faham. Beberapa minggu kemudian, si Bapakpulang lebih awal dari pejabat. Di depan rumah, dia melihat anaknya lari kearahnya sambil menangis tersedu-sedu.

“Bapak…! Ibu mau meninggal..” katanya tersedu-sedu.

Setelah menenangkan anaknya si Bapak pun bertanya,”Mengapa kau cakap Ibumumau meninggal?”

Si anak menjawab,”Tadi Pak Abu jiran kita meniup belon Ibu, dan Ibu berteriak”Oohh…! yes.. teruskan, aku hampir sampai..

lawak sikit2 je :p

LAWAK PERTAMA:BAPAKU HEBAT!

Man: Bapa aku hebat. Dia polis. Semua orang takut ngan dia.
Ali: Eleh, bapa aku lagi terer. Kalau dia suruh orang tunduk, mesti orang tu tunduk.
Man: Wow! Bapa kau keja apa?
Ali: Tukang gunting rambut.


LAWAK KEDUA : TUKANG JUAL APA?

Pembeli: “Dik, telur sekilo berapa?”

Penjual: “Telur ayam atau telur itik?”

Pembeli: “Telur ayam.”

Penjual: “Telur ayam biasa atau ayam kampung?”

Pembeli: “Ayam biasa.”

Penjual: “Yang tempatan atau yang import?”

Pembeli: “Yang tempatan.”

Penjual: “Yang tempatannya mahu yang dari Ipoh, Kuala Selangor
atau Tampin?

Pembeli: “Yang Ipoh lah…” (Sambil terlihat kesal).

Penjual: “Mahu yang Ipoh Pusat, Barat, Timur, Utara, atau Selatan?”

Pembeli: “Adik nie jual telur atau nak jalan-jalan?”

Penjual: “Maaf kak, saya penjual mee rebus kat sebelah. Kebetulan
yang jual telur pergi makan. Saya disuruh berbual dulu dengan pembeli sampai dia datang.


LAWAK : BELAJAR MENGIRA

Seorang Guru Tadika bertanya kepada anak muridnya…
Guru : “Siapa didalam kelas ini yang mengenal nombor?”
Razif : “Saya Cikgu”
Guru : “Apa betul awak kenal nombor-nombor?”
Razif : “Ya Cikgu.. Saya telah belajar dengan ayah”
Guru : “Baiklah.. mari kita lihat…selepas 3.. berapa?”
Razif : “4”
Guru : “Bagus… Selepas 6?”
Razif : “7”
Guru : “Ya.. Bagus.. selepas 9?”
Razif : “10”
Guru : “Ya.. Bagus sekali… nampaknya ayahmu benar-benar mengambil berat tentang pelajaran kamu.. Okeylah.. Akhir sekali.. selepas sepuluh..berapa?”
Razif : “Jack, Queen, & King”

LAWAK TUJUH : INSURANS

“Anak: Mak … boleh saya berenang?

Mak: Tak boleh nak, air tu dlm(sambil menunjuk ke arah laut)

Anak: Ayah tu boleh berenang.. Dia pon bukan pandai berenang

Mak: Nak kau mesti ingat , ayah kau ada insuran! Beratus ribu ringgit lagi!!!”

Okylah..rasanya tue je kot selingan dari saya..Nanti saya sambung tentang sakaratul maut ya??